(unsplash.com/Spacejoy)
di luar kamu harus kuat,
tapi begitu pulang ke rumah,
rasanya baru bisa benar-benar jadi diri sendiri?
Di luar, kamu menahan
banyak hal.
Menahan emosi.
Menahan lelah.
Menahan kata-kata yang tidak sempat diucapkan.
Kamu terlihat
baik-baik saja.
Kamu terlihat kuat.
Padahal di dalam…
tidak selalu seperti itu.
Lalu kamu pulang.
Duduk sebentar.
Melepas semuanya pelan-pelan.
Dan tanpa sadar…
hatimu mulai tenang.
Seolah rumah punya
cara untuk memelukmu
tanpa banyak kata.
Kadang kita bertanya,
kenapa ya rumah terasa begitu berarti?
Padahal sederhana.
Kadang berantakan.
Kadang melelahkan juga.
Tapi
tetap…
di situlah kita ingin kembali.
Mungkin jawabannya
sederhana:
Rumah bukan hanya
tempat tinggal.
Rumah adalah tempat kita boleh berhenti sejenak dari dunia.
Tempat kita tidak
harus sempurna.
Tidak harus kuat.
Tidak harus terlihat baik-baik saja.
Di rumah…
kita boleh lelah.
kita boleh diam.
kita boleh menjadi diri sendiri.
Dan bagi seorang
wanita,
rumah seringkali bukan sekadar ruang.
Tapi tempat di mana
hatinya menemukan tenang.
Tempat dia merawat.
Tempat dia mencintai.
Tempat dia membangun hal-hal kecil…
yang diam-diam menjadi besar.
Mungkin tidak semua
orang melihatnya.
Mungkin tidak semua orang mengerti.
Tapi setiap hal yang
kamu lakukan di rumah…
tidak pernah sia-sia.
Ada cinta yang tumbuh.
Ada doa yang dipanjatkan.
Ada kenangan yang sedang dibangun.
Jadi kalau hari ini
kamu merasa lelah di luar,
dan ingin segera pulang…
itu bukan kelemahan.
Itu
adalah hatimu
yang sedang mencari tempat untuk kembali.
Rumahmu mungkin
sederhana.
Tidak selalu rapi.
Tidak selalu tenang.
Tapi selama di sana
kamu bisa jadi dirimu sendiri…
itu sudah lebih dari cukup.
Comments
Post a Comment