Tips Membantu Anak Memulai Pertemanan


Dedek mulai masuk SD. 
Setiap ditanya, "Dek, gimana perasaannya mau jadi anak SD?"

"Senang sekali, Bunda. Kan Dedek nanti sekolahnya sama seperti Kakak. Jadi bisa bermain di sekolah sampai sore," jawabnya riang.

"Oh, Dedek senang karena bisa berlama-lama mainnya?" Bund masih memastikan.

"Iya, Bund. Kan main itu seru."

"Tapi Dek, nanti teman sekelasnya bukan teman TK. Semuanya teman baru."

"Dedek sudah tahu kok, Bund. Dulu Kakak juga temannya baru semua saat kelas 1."

Bund acungkan dua jempol untuk Dedek, lalu memeluknya sambil berdoa supaya Dedek bisa mudah beradaptasi dengan teman dan lingkungan sekolah baru. Saat TK, Dedek membutuhkan waktu cukup lama untuk beradaptasi dengan teman dan lingkungan sekolah. Setiap pulang sekolah selalu ada cerita tentang temannya. Di semester akhir TK A baru punya "sahabat" yang sering diceritakan.

"Dedek kenapa senang main dengan Zahra?"

"Karena Zahra sayang sama Dedek. Dia gandengin tangan Dedek, ngajakin main di taman."

Karena itu, Bund punya PR untuk membantunya agar lebih cepat merasa nyaman di lingkungan baru dan memulai pertemanan. Nah, Bund sudah membuat rangkuman dari beberapa sumber yang pernah Bund baca dan dengarkan, kurang lebihnya seperti ini:

1. Ajarkan Keterampilan Sosial
Berbicara dengan lembut, melihat mata saat berbicara, tersenyum, dan mengucapkan salam adalah beberapa keterampilan sosial dasar yang bisa diajarkan kepada anak.
Biasanya Bund memberikan contoh secara langsung, misalnya mengajak Dedek saat Bund menyapa tetangga atau tamu yang datang ke rumah. Atau dengan bermain peran. Bund pura-pura berkenalan dengan Kakak yang berperan menjadi teman baru. Lalu Bund mereview dan mengajak Dedek berdiskusi. Menstimulasi dengan memberikan pertanyaan seperti : Dedek tadi lihat Bund menyapa teman? Mata Bund bagaimana? Suara Bund seperti apa? Bund bertanya apa? dll.

2. Dorong Anak untuk Bermain Bersama Teman
Berikan semangat kepada anak untuk bermain bersama teman-teman baru di taman atau saat istirahat. Bermain adalah cara alami bagi anak untuk berinteraksi dan membangun hubungan.
Setiap mau berangkat kerja, Bund sering bilang ke Dedek,"Dek, nanti mau main sama siapa? Bund tidak sabar mau dengar cerita Dedek hari ini."

3. Temukan Kesamaan
Bantu anak menemukan hal-hal yang mereka sukai atau hobi yang mereka bagikan dengan teman baru. Kesamaan ini bisa menjadi dasar pembicaraan dan kegiatan bersama.

4. Libatkan Dalam Aktivitas
Ajak anak untuk bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler atau klub di sekolah. Ini memberikan kesempatan untuk bertemu teman sekaligus berinteraksi dalam konteks yang lebih terstruktur.

5. Dukung Mereka Berbicara
Berikan dorongan pada anak untuk berbicara dan mendengarkan teman-teman mereka. Ajak mereka bertanya tentang apa yang teman baru mereka sukai atau apa yang mereka lakukan selama liburan.
Seiap selesai bercerita, Bund berusaha memberikan feedback yang membuatnya senang dan lebih tertarik untuk berbicara dengan teman-temannya. Misalnya,"Bunda senang sekali mendengarkan cerita-cerita Dedek. Wah, pasti teman-teman Dedek juga senang mendengarnya. Besok coba cerita-cerita dengan teman baru Dedek, ya."

6. Undang Teman Ke Rumah
Mengundang teman baru ke rumah dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan mengenal teman tersebut dengan lebih baik.

7. Role-play
Bermain peran dengan anak, berpura-pura menjadi anak lain, dan mendemonstrasikan cara memulai percakapan dengan teman baru bisa membantu anak merasa lebih percaya diri.

8. Kreatif dalam Menyapa
Ajari anak untuk menggunakan cara kreatif dalam menyapa teman baru. Misalnya, bertanya tentang mainan yang mereka suka.

9. Berbicara Tentang Pertemanan
Ajak anak berbicara tentang pentingnya memiliki teman dan bagaimana mereka bisa saling mendukung dan bersenang-senang bersama.
Biasanya saat berdiskusi tentang suatu topik, Bund menyediakan bacaan (buku atau ebook) tentang tema diskusi. Misalnya saat mau membahas pertemanan, bund biasanya membacakan cerita tenytang pertemanan sebelum mengajak Dedek berdiskusi. Dedek juga sangat senang saat Bund menceritakan pengalaman Bund dengan teman-teman kecil Bund.

10. Mendorong Kemandirian
Beri anak kebebasan untuk memilih teman-teman mereka sendiri, tapi tetap beri dukungan dan arahan ketika diperlukan.

11. Jadilah Teladan
Anak cenderung meniru orang dewasa dalam lingkungan mereka. Tunjukkan sikap ramah, pengertian, dan keramahan kepada orang lain agar mereka bisa mencontoh perilaku tersebut.

12. Latih Empati
Ajari anak untuk memahami perasaan teman-teman mereka dan berempati terhadap pengalaman mereka. Ini bisa memperkuat ikatan sosial yang positif.

13. Berikan Apresiasi dan Reward
Beberapa kali saat Bund tanya,"Dedek tadi ngobrol dengan Alma?"

"Iya."

"Ngobrol apa?"

"Alma tanya, kucingnya lucu kan?"

"Dedek jawab apa?"

"Angguk-angguk kepala."

Jadi, menurut Dedek, respon angguk kepala saat teman bertanya adalah suatu obrolan. Baik, Bund tetap memberikan apresiasi untuknya.

"Alhamdulillah Dedek sudah bisa ngobrol dengan teman baru. Coba besok gantian Dedek yang tanya ke Alma ya!"

"Tapi seringnya Alma duluan yang tanya."

"Ok, besok Dedek jawab, ya! Iya, kucingnya lucu. Kalau Dedek jawabnya lebih panjang, nanti Bund berikan banyak bintang untuk Dedek."


Demikian tips yang sudah Bund rangkum. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki ritme dan gaya sosial yang berbeda. Jadi, berikan dukungan yang tepat dan biarkan mereka mengembangkan pertemanan mereka dengan cara yang nyaman bagi mereka. Kalau teman-teman punya pengalaman atau tambahan tips, silakan tulis di comment ya.

Btw, Bund sedang mendokumentasikan beberapa cerita Kakak dan Dedek ke dalam sebuah ebook. Biar menjadi memory indah yang suatu saat bisa anak-anak baca sendiri, lalu mereka seperti bercermin.

"Kok, kayak pengalaman Kakak ya, Bund?"

"Kok, kayak pengalaman Dedek ya, Bund?"

Bund sering ketawa mendengar lontaran pertanyaan begitu dari Kakak dan Dedek. Ya iya, karena memang Bund menulis cerita Kakak dan Dedek hanya diganti nama tokohnya saja 😄 Beberapa e-book yang sudah selesai bisa teman-teman akses. Silakan tinggalkan email di comment untuk Bund bagikan info link e-book nya.

Comments